Rabu, 10 Juni 2020

LAPORAN KEGIATAN PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN IPA SD
“Model Research Based Learning pada Pembelajaran IPA di SD”
Oleh :
Nurul Alyaa Roza
18129028
18 AT 01
          
   No.
          
     Capaian Hasil Belajar
Skor
1
2
3
4
1.       
Bentuk kegiatan belajar




2.       
Ketajaman permasalahan




3.       
Kedalaman pembahasan




4.       
Desain media berbasis IT




5.       
Gaya presentasi




6.       
Penguasaan materi/konsep




7.       
Reference











PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
2020


Kata Pengantar

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah Pendidikan IPA SD mengenai Model Pembelajaran Research Based Learning pada pembelajaran IPA di SD dengan sebaik-baiknya. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ibuk Dr. Ir. Hj. Risda Amini,. M.Pd. sebagai Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan IPA SD yang telah membimbing penulis dalam pembuatan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu yang sempurna. Begitu pula dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan yang penulis lakukan.  Maka dari itu, penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun dari berbagai pihak dengan lapang dada demi kemajuan makalah ini. Atas perhatiannya penulis ucakan banyak terima kasih.

Padang,  Februari 2020

Penulis            








                                                                             

Daftar Isi





BAGIAN I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Pembelajaran sebaiknya dilaksanakan dengan praktik langsung untuk dapat menumbuhkan kemampuan berfikir, bekerja, dan bersikap ilimiah serta mengkomunikasikan sebagai aspek penting kecakapan hidup. Pembelajaran IPA di SD harus menekankan pada pemberian pengalaman belajar secara langsung. Proses pembelajaran dapat diikuti dengan baik dan menarik perhatian siswa apabila menggunakan model pembelajaran yang sesuai pembelajaran, Pemilihan model pembelajaran yang cocok untuk mata pelajaran IPA perlu memperhatikan hakekat IPA, karakterisrtik anak SD, dan kurikulum IPA tingkat SD. Guru diharapkan mampu memilih dan menerapkan model pembelajaran. Dari berbagai model yang sesuai dengan pembelajaran IPA adalah model RBL (Research Based Learning). Model tersebut merupakan model pembelajaran yang menarik, selain itu siswa juga diberikan kesempatan langsung untuk mengalami dan memperoleh pembelajaran, sehingga materi pembelajaran akan mudah diserap oleh siswa.
Oleh karena itu, diperlukan suatu solusi untuk mengatasi kendala dan harapan atau tujuan dari pembelajaran IPA. Salah satunya melalui penerapan model pembelajaran yaitu model Research Based Learning (RBL). Model RBL merupakan model baru dalam pembelajaran. Model Research Based Learning atau pembelajaran berbasis riset merupakan salah satu model pembelajaran yang memfokuskan siswa dalam pembelajaran. Dengan menggunakan RBL pembelajaran tidak lagi bersumber kepada guru,namun akan lebih bersumber kepada siswa. Siswa yang akan lebih aktif dibandingkan guru. Peran guru dalam pembelajaran hanya sebagai motivator dan pembimbing siswa sehingga potensi-potensi yang terdapat dalam diri siswa dapat dikembangkan secara optimal. (Anita Syafitri, Kartika Chrysti & Suripto, n.d.)






B.     Rumusan Masalah

1.      Apakah definisi dari model pembelajaran Research Based Learning?
2.      Bagaimana Karakteristik model Research Based Learning?
3.      Bagaimana langkah-langkah  model Research Based Learning?
4.      Apa manfaat dari model  Research Based Learning?
5.      Apa keunggulan dari model Research Based Learning?
6.      Bagaimana implementasi model Research Based Learning dalam pembelajaran IPA di SD?

C.    Tujuan

1.      Untuk mengetahui definisi model pembelajaran Research Based Learning
2.      Untuk mengetahui karakteristik model Research Based Learning
3.      Untuk mengetahui langkah-langkah model Research Based Learning
4.      Untuk mengetahui manfaat dari model Research Based Learning
5.      Untuk mengetahui keunggulan dari model Research Based Learning
6.      Untuk mengetahui implementasi model Research Based Learning



BAGIAN II
PEMBAHASAN


A.    Pengertian Model Pembelajaran Research Based Learning (RBL)

Model RBL (Research Based Learning) merupakan model pembelajaran yang menarik, selain itu siswa juga diberikan kesempatan langsung untuk mengalami dan memperoleh pembelajaran, sehingga materi pembelajaran akan mudah diserap oleh siswa. Model Research Based Learning atau pembelajaran berbasis riset merupakan salah satu model pembelajaran yang memfokuskan siswa dalam pembelajaran. Dengan menggunakan RBL pembelajaran tidak lagi bersumber kepada guru, namun akan lebih bersumber kepada siswa. Siswa yang akan lebih aktif dibandingkan guru. Peran guru dalam pembelajaran hanya sebagai motivator dan pembimbing siswa sehingga potensi-potensi yang terdapat dalam diri siswa dapat dikembangkan secara optimal.
(Poonpan, n.d.) Research- based learning is a system of intruction which used an authentic – learning, problem – solving, cooperative learning, hands on, and inquiry discovery approach, guided by a constructivist philosophy. Its usefulness had been recognized for many decades but “research in classroom” had not been adopted as a teaching method by many (Usmeldi et al., 2017) Dengan demikian, RBL merupakan model pembelajaran yang menggunakan authentic learning, problem – solving, cooperative learning, contextual (hands on & minds on dan inquiry discovery approach. RBL cocok digunakan di mata pelajaran IPA karena dalam model RBL terdapat berbagai metode yang dapat mencapai seluruh ruang lingkup IPA. Hakikat IPA yaitu IPA sebagai proses, produk, dan sikap. RBL memberi peluang kepada siswa untuk mencari informasi, menyusun hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, membuat kesimpulan, dan menghasilkan produk. Siswa akan mengalami pengembangan dan peningkatan kompetensi yang ia miliki misalnya berfikir kritis, mengevaluasi informasi, memecahkan masalah, dan berlatih disiplin.
Dengan menggunakan RBL, hasil pembelajaran IPA diharapkan dapat meningkat. Melalui model RBL siswa akan mengalami pembelajaran melalui pengalaman nyata yang dapat memberikan makna penting terhadap siswa sehingga siswa akan memilki motivasi belajar yang tinggi dan peluang untuk aktif dalam proses pembelajaran. Siswa akan dapat menyelesaikan masalah dengan melakukan percobaan secara nyata kemudian mengkomunikasikan hasil percobaan.
Pembelajaran berbasis riset merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan informasi dan mengolah informasi. Melalui model pembelajaran tersebut mahasiswa difasilitasi untuk merancang sendiri proyek yang akan dilakukan, sehingga mahasiswa dapat melakukan ekplorasi, penilaian, interpretasi, sintesis dan informasi. Model pembelajaran ini memiliki keunggulan diantaranya membuat mahasiswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan masalah yang kompleks.
Ada beberapa strategi dalam memadukan pembelajaran dan riset yang secara
empirik, yaitu; (1) memperkaya bahan ajar dengan hasil penelitian pendidik, (2) menggunakan temuan-temuan penelitian mutakhir dan melacak sejarah, (3) memperkaya kegiatan pembelajaran dengan isu-isu penelitian kontemporer, (4) mengajarkan materi metode penelitian di dalam proses pembelajaran, (5) memperkaya proses pembelajaran dengan kegiatan penelitian dalam skala kecil, (6) memperkaya proses pembelajaran dengan melibatkan peserta didik dalam kegiatan, (7) memperkaya proses pembelajaran dengan mendorong peserta didik agar merasa, dan (8) memperkaya proses pembelajaran dengan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh peneliti (Umar et al., 2011)

Salah satu strategi dalam memadukan pembelajaran dan riset yang secara empirik dapat dilakukan dengan memperkaya bahan ajar dengan hasil penelitian pendidik. Pada proses pembelajaran ini hasil penelitian pendidik digunakan untuk memperkaya bahan ajar. Pendidik dapat memaparkan hasil penelitiannya sebagai contohnyata dalam pembelajaran, yang diharapkan dapat berfungsi membantu peserta didik memahami ide, konsep, dan teori. Dalam kegiatan ini nilai, etika, dan praktik penelitian yang sesuai dengan bidang studi/mata pelajaran yang diajarkan dapat disampaikan untuk memberikan inspirasi kepada siswa (Hafsah et al., 2015)
Pembelajaran  berbasis  riset (PBR) merupakan salah satu metode student-centered learning (SCL) yang mengintegrasikan riset di dalam proses pembelajaran. Berdasarkan pemaparan ahli tersebut, maka RBL dapat disimpulkan bahwa RBL adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan riset di dalam proses pembelajaran dalam rangka membangun pengetahuan dengan cara merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis, membuat kesimpulan dan menyusun laporan.

B.     Karakteristik Model Pembelajaran Research Based Learning (RBL)

Dikutip dalam (Widayati et al., 2010) bahwa karakteristik dari model PBR adalah    Pembelajaran yang terpusat kepada siswa
1.      Guru bertindak sebagai fasilitator pembelajaran
2.      Siswa memiliki suatu proyek penelitian
3.      Pembaharuan pembelajaran (pengayaan kurikulum) dengan mengintegrasikan   hasil riset
4.      Partisipasi aktif siswa di dalam pelaksanaan riset
5.      Pembelajaran dengan menggunakan instrumen riset
6.      Pengembangan konteks riset secara inklusif (siswa mempelajari prosedur dan hasil  riset untuk memahami seluk-beluk sintesis)
7.      Siswa mendiseminasi hasil penelitiannya dalam forum ilmiah atau jurnal ilmiah.

C.    Langkah-langkah Model Pembelajaran Research Based Learning (RBL)

Menurut Arifin dalam (Anita Syafitri, Kartika Chrysti & Suripto, n.d.) Research Based Learning yang terdiri dari tiga langkah.
1.      Exposure Stage yaitu dilakukan untuk mengetahui kemampuan awal siswa.
2.      Experience Stage yaitu tahap pemberian pengalaman dengan melaksanakan riset.
3.      Capstone Stage yaitu tahap akhir riset dengan menyajikan hasil riset secara lisan dan tertulis.
Langkah-langkah Model pembelajaran berbasis riset di University of Griffith dan University of Melbourne dikutip dalam (Prahmana et al., 2016) adalah sebagai berikut
1.      Memperbanyak bahan ajar dengan hasil riset pendidik
2.      Menggunakan hasil riset termutakhir dan melacak sejarahnya
3.      Pembelajaran dengan isu-isu terkini
4.      Mengajarkan metodologi penelitian dalam pembelajaran
5.      Riset dengan skala kecil
6.      Riset dengan skala besar
7.      Siswa mengembangkan hasil riset di lingkungan
8.      evaluasi
Model pembelajaran berbasis riset menurut (Cahyani, 2010)
1.      Mengidentifikasi masalah
2.      Menentukan strategi penelitian
3.      Kegiatan penelitian
4.      Pengulangan (jika diperlukan)
5.      Evaluasi
Menurut Tremp dalam (Ratna, 2018) Tahapan Research Based Learning – RBL meliputi sebagai berikut:
1.     Formulating a general question (merumuskan pertanyaan umum)
2.     Overview of research-literature (ikhtisar penelitian literatur)
3.     Defining the question (mendefinisikan pertanyaan)
4.     Planning research activities (melakukan kegiatan penelitian)
5.     Undertaking investigation (melakukan investigasi)
6.     Interpretation and consideration of results (interpretasi dan pertimbangan hasil)
7.     Report and presentation of results. (Laporan serta mempresentasikan hasil)

D.    Manfaat Model Research Based Learning (RBL)

RBL used for the exercise provides students withan opportunity to practice their metacognitive abilities and foster critical thinking, abilitiesto make predictions, propose causative factors, and present constructive arguments. This isdone/measured via/through   oral   presentations   and final reports which all are the core componentsof any scientific research(Poonpan, n.d.) Artinya, dengan penerapan Research Based Learning (RBL) diharapkan dapat menanamkan karakter jiwa saintifik (ilmuwan) dalam diri siswa. Hal senada juga diungkapkan Patrick, G (2012) Advocates for research-based  learning  have pointed to the need to develop anenthusiasm for critical enquiry, resourcefulness and creative solutions in undergraduate students. Bahwa RBL dapat mengembangkan sikap inkuri kritis, banyak ide, dan solusi yang kreatif.
Manfaat lain yang diungkap oleh Dafik dalam (Anita Syafitri, Kartika Chrysti & Suripto, n.d.) sebagai berikut: (1) Mendorong guru untuk melakukan penelitian dan selalu mengupdate keilmuannya; (2) Mendorong peran siswa dalam proses pembelajaran, dan menjadi mitra penelitian; (3) Siswa terbiasa melakukan proses berfikir  dengan  pendekatan  saintifik; (4) Siswa memiliki kemandirian, logis, kritis, dan kreatif; (5) Peserta didik dilatih memiliki etika, khususnya etika menjauhkan diri dari perilaku plagiarisme;


E.     Keunggulan Model Research Based Learning

Keunggulan Model RBL diungkapkan oleh Toisuta dalam (Anita Syafitri, Kartika Chrysti & Suripto, n.d.) bahwa Pembelajaran Berbasis-Penelitian adalah model yang diunggulkan tidak hanya mengembangkan kemampuan menemukan dan mengkomunikasikan pengetahuan tetapi juga mampu mengintegrasikan keputusan moral dan etik baik secara pribadi maupun kolektif yang berguna bagi pribadinya dan masyarakat umum. Pembelajaran-Berbasis Penelitian memiliki komponen “social learning” untuk mengembangkan rasa percaya diri dan solidaritas sosial agar dapat berfungsi secara efektif dalam masyarakat yang terus berubah.

F.    Implementasi model Research Based Learning pada pembelajaran IPA di SD

Dalam pengimplementasian model Research Based Learning ini penulis memilih menggunakan langkah pembelajaran menurut Tremp dalam (Ratna, 2018) karena pada langkah-langkah yang dikemukakan cocok untuk diterapkan pada pembelajaran di Sd.
Kelas                              : 5
Tema                               : 5 (Ekosistem)
Subtema                        : 1 (Komponen Ekosistem)
Pembelajaran                  : 5
Kompetensi Dasar      : 3.5 Menganalisis hubungan antar komponen ekosistem dan    jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar

Kegiatan Pembelajaran :
No.
Langkah RBL
Langkah Guru
Langkah Siswa
1.
Formulating General Question
(Merumuskan pertanyaan umum)
a.       Menjelaskan kembali materi tentang hubungan antar komponen ekosistem dan jarring-jaring makanan di lingkungan sekitar
b.      Memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang hubungan antar komponen ekosistem dan jarring-jaring makanan di lingkungan sekitar
a.       Mendengarkan meteri yang dijelaskan guru
b.      Bertanya tentang komponen ekosistem dan jarring-jaring makanan di lingkungan sekitar.
2.
Overview of research-literature
(Ikhtisar penelitian literatur)
a.       Meminta siswa memberi kesimpulan tentang  hubungan antar komponen ekosistem dan jarring-jaring makanan di lingkungan sekitar
a.       Memberi kesimpulkan tentang  hubungan antar komponen ekosistem dan jarring-jaring makanan di lingkungan sekitar
3.
Defining the question
(Mendefinisikan pertanyaan)
a.       Membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil
b.      Menjelaskan tata cara observasi kepada siswa
c.       memberikan pertanyaan yang merangsang siswa seperti apakah benar terjadi hubungan timbal balik antar makhluk hidup di ekosistem?
a.       Duduk berdasarkan kelompok yang sudah ditentukan
b.      Memahami tata cara observasi yang dijelaskan guru
c.       Siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru kemudian melakukan pembuktian dengan riset.
4.
Planning research activities
(Merencanakan kegiatan penelitian)
a.       Menugaskan setiap kelompok untuk mengamati ekosistem yang ada di sekitar sekolah
b.      Menugaskan kelompok siswa untuk melakukan observasi terhadap lingkungan yang mereka pilih
c.       Meminta siswa mencatat hubungan antar komponen ekosistem yang ada beserta jarring-jaring makanannya.
a.       Siswa mengamati ekosistem yang ada di sekitar sekolah
b.      Memahami tugas yang diberikan guru
5.
Undertaking investigation
(Melakukan investigasi)
a.       Mengamati dan mengawasi siswa yang sedang menjalankan observasi
a.       Melakukan observasi terhadap ekosistem sebuah leingkungan
b.      Mencatat hal-hal yang diamati selama observasi.
6.
Interpretation and consideration of results (Laporan serta presentasi )
a.       Meminta setiap kelompok untuk membacakan hasil observasi di depan kelas
a.       Membacakan hasil observasi didepan kelas
7.
Report and presentation of results. (Interpretasi dan pertimbangan hasil)
a.       Menilai hasil observasi siswa
a.       Mengumpulkan hasil observasi kepada guru






BAGIAN III
PENUTUP


A.    Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
Model Research Based Learning atau pembelajaran berbasis riset merupakan salah satu model pembelajaran yang memfokuskan siswa dalam pembelajaran. Dengan menggunakan RBL pembelajaran tidak lagi bersumber kepada guru, namun akan lebih bersumber kepada siswa. Siswa yang akan lebih aktif dibandingkan guru. Peran guru dalam pembelajaran hanya sebagai motivator dan pembimbing siswa sehingga potensi-potensi yang terdapat dalam diri siswa dapat dikembangkan secara optimal.
Langkah – langkah yang terdapat pada model Research Based Learning yang pertama adalah 1.Formulating a general question (merumuskan pertanyaan umum) 2.Overview of research-literature (ikhtisar penelitian literatur) 3. Defining the question (mendefinisikan pertanyaan) 4. Planning research activities (melakukan kegiatan penelitian) 5. Undertaking investigation (melakukan investigasi) 6. Interpretation and consideration of results (interpretasi dan pertimbangan hasil) 7. Report and presentation of results. (Laporan serta mempresentasikan hasil).
 Manfaat dari Model ini yaitu siswa dapat lebih mengembangkan rasa percaya diri dan mampu berpikir secara kritis,logis,dan kreatif.

B.     Saran

Penulis menyadari makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun saya harapkan demi perbaikan makalah ini dan semoga makalah ini dapat menjadi khazanah pengetahuan khususnya bagi penulis dan juga kita semua.






Daftar Rujukan


Anita Syafitri, Kartika Chrysti, S., & Suripto. (n.d.). PENERAPAN MODEL RESEARCH BASED LEARNING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA KELAS V SEKOLAH DASAR. http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pgsdkebumen/article/download/2344/1705
Cahyani, I. (2010). Peningkatan Kemampuan Menulis Makalah Melalui Model Pembelajaran Berbasis Penelitian pada Mata Kuliah Umum Bahasa Indonesia. Sosiohumanika: Jurnal Pendidikan Sains Sosial Dan Kemanusiaan, 3(2), 175–192. http://mindamas-journals.com/index.php/sosiohumanika/article/view/411
Hafsah, Nasional, S., Manajemen, E., & Padang, U. N. (2015). Implementasi Riset Based Learning Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran. c. http://fe.unp.ac.id/sites/default/files/unggahan/16. Hafsah %28hal 496-504%29_0.pdf
Poonpan, S. (n.d.). Indicators of Research - Based Learning Instructional Process : A Case Study of Best Practice in a Primary School.
Prahmana, R. C. I., Kusumah, Y. S., & Darhim, D. (2016). Keterampilan Mahasiswa dalam Melakukan Penelitian Pendidikan Matematika melalui Pembelajaran Berbasis Riset. Beta Jurnal Tadris Matematika, 9(1), 1. https://doi.org/10.20414/betajtm.v9i1.8
Ratna, H. (2018). Jurnal Bidang Pendidikan Dasar (JBPD), Vol.2 No. 1A April 2018 http: ejournal.unikama.ac.id/index.php/JBPD. Jurnal Bidang Pendidikan Dasar (JBPD), 2(1), 70–77.
Umar, M. K., Yusuf, M., Uloli, R., Abjul, T., & Ntobuo, N. E. (2011). PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS RISET DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO. November. http://repository.ung.ac.id/get/simlit/2/803/1/Pengembangan-Pembelajaran-Berbasis-Riset-di-Program-Studi-Pendidikan-Fisika-FMIPA-Universitas-Negeri-Gorontalo-Anggota-1.pdf
Usmeldi, Amini, R., & Trisna, S. (2017). The development of research-based learning model with science, environment, technology, and society approaches to improve critical thinking of students. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 6(2), 318–325. https://doi.org/10.15294/jpii.v6i2.10680

Widayati, D. T., Luknanto, D., Rahayuningsih, E., Sutapa, G., Harsono, Sancayaningsih, R. P., & Sajarwa. (2010). Padoman Umum Pembelajaran Berbasis Riset. Star.

LAPORAN KEGIATAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN IPA SD “Model Research Based Learning pada Pembelajaran IPA di SD” Oleh : Nurul Alyaa ...