LAPORAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN
PENDIDIKAN
IPA SD
“Model
Research Based Learning pada Pembelajaran IPA di SD”
Oleh
:
Nurul
Alyaa Roza
18129028
18
AT 01
|
No.
|
Capaian Hasil Belajar
|
Skor
|
|||
|
1
|
2
|
3
|
4
|
||
|
1.
|
Bentuk kegiatan
belajar
|
|
|
|
|
|
2.
|
Ketajaman
permasalahan
|
|
|
|
|
|
3.
|
Kedalaman pembahasan
|
|
|
|
|
|
4.
|
Desain media
berbasis IT
|
|
|
|
|
|
5.
|
Gaya presentasi
|
|
|
|
|
|
6.
|
Penguasaan
materi/konsep
|
|
|
|
|
|
7.
|
Reference
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
2020
Kata Pengantar
Syukur
Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan
rahmat, hidayah, serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
makalah Pendidikan IPA SD mengenai Model Pembelajaran Research Based Learning pada pembelajaran IPA di SD dengan
sebaik-baiknya. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ibuk Dr. Ir. Hj.
Risda Amini,. M.Pd. sebagai Dosen Pengampu Mata Kuliah Pendidikan IPA SD yang
telah membimbing penulis dalam pembuatan makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa di dunia ini tidak ada sesuatu yang sempurna. Begitu pula dalam
pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan yang penulis
lakukan. Maka dari itu, penulis menerima saran dan kritik yang
bersifat membangun dari berbagai pihak dengan lapang dada demi kemajuan makalah
ini. Atas perhatiannya penulis ucakan banyak terima kasih.
Padang, Februari 2020
Penulis
Daftar Isi
BAGIAN I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pembelajaran
sebaiknya dilaksanakan dengan praktik langsung untuk dapat menumbuhkan
kemampuan berfikir, bekerja, dan bersikap ilimiah serta mengkomunikasikan
sebagai aspek penting kecakapan hidup. Pembelajaran IPA di SD harus menekankan
pada pemberian pengalaman belajar secara langsung. Proses pembelajaran dapat
diikuti dengan baik dan menarik perhatian siswa apabila menggunakan model
pembelajaran yang sesuai pembelajaran, Pemilihan model pembelajaran yang cocok
untuk mata pelajaran IPA perlu memperhatikan hakekat IPA, karakterisrtik anak
SD, dan kurikulum IPA tingkat SD. Guru diharapkan mampu memilih dan menerapkan
model pembelajaran. Dari berbagai model yang sesuai dengan pembelajaran IPA
adalah model RBL (Research Based
Learning). Model tersebut merupakan model pembelajaran yang menarik, selain
itu siswa juga diberikan kesempatan langsung untuk mengalami dan memperoleh
pembelajaran, sehingga materi pembelajaran akan mudah diserap oleh siswa.
Oleh
karena itu, diperlukan suatu solusi untuk mengatasi kendala dan harapan atau
tujuan dari pembelajaran IPA. Salah satunya melalui penerapan model
pembelajaran yaitu model Research Based Learning (RBL). Model RBL merupakan
model baru dalam pembelajaran. Model Research Based Learning atau pembelajaran
berbasis riset merupakan salah satu model pembelajaran yang memfokuskan siswa
dalam pembelajaran. Dengan menggunakan RBL pembelajaran tidak lagi bersumber
kepada guru,namun akan lebih bersumber kepada siswa. Siswa yang akan lebih
aktif dibandingkan guru. Peran guru dalam pembelajaran hanya sebagai motivator
dan pembimbing siswa sehingga potensi-potensi yang terdapat dalam diri siswa
dapat dikembangkan secara optimal. (Anita Syafitri, Kartika Chrysti & Suripto, n.d.)
B. Rumusan Masalah
1. Apakah definisi dari model pembelajaran Research Based Learning?
2. Bagaimana Karakteristik model Research Based Learning?
3. Bagaimana langkah-langkah model Research
Based Learning?
4. Apa manfaat dari model
Research Based Learning?
5. Apa keunggulan dari model Research
Based Learning?
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi model pembelajaran Research Based Learning
2. Untuk mengetahui karakteristik model Research Based Learning
3. Untuk mengetahui langkah-langkah model Research Based Learning
4. Untuk mengetahui manfaat dari model Research Based Learning
5. Untuk mengetahui keunggulan dari model Research Based Learning
6. Untuk mengetahui implementasi model Research Based Learning
BAGIAN II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Model Pembelajaran Research Based Learning
(RBL)
Model
RBL (Research Based Learning)
merupakan model pembelajaran yang menarik, selain itu siswa juga diberikan
kesempatan langsung untuk mengalami dan memperoleh pembelajaran, sehingga
materi pembelajaran akan mudah diserap oleh siswa. Model Research Based
Learning atau pembelajaran berbasis riset merupakan salah satu model
pembelajaran yang memfokuskan siswa dalam pembelajaran. Dengan menggunakan RBL
pembelajaran tidak lagi bersumber kepada guru, namun akan lebih bersumber
kepada siswa. Siswa yang akan lebih aktif dibandingkan guru. Peran guru dalam
pembelajaran hanya sebagai motivator dan pembimbing siswa sehingga
potensi-potensi yang terdapat dalam diri siswa dapat dikembangkan secara
optimal.
(Poonpan, n.d.) Research-
based learning is a system of intruction which used an authentic – learning,
problem – solving, cooperative learning, hands on, and inquiry discovery
approach, guided by a constructivist philosophy. Its usefulness had been
recognized for many decades but “research in classroom” had not been adopted as
a teaching method by many (Usmeldi et al., 2017) Dengan demikian, RBL merupakan model pembelajaran yang
menggunakan authentic learning, problem – solving, cooperative learning,
contextual (hands on & minds on dan inquiry discovery approach. RBL cocok
digunakan di mata pelajaran IPA karena dalam model RBL terdapat berbagai metode
yang dapat mencapai seluruh ruang lingkup IPA. Hakikat IPA yaitu IPA sebagai
proses, produk, dan sikap. RBL memberi peluang kepada siswa untuk mencari
informasi, menyusun hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, membuat
kesimpulan, dan menghasilkan produk. Siswa akan mengalami pengembangan dan
peningkatan kompetensi yang ia miliki misalnya berfikir kritis, mengevaluasi
informasi, memecahkan masalah, dan berlatih disiplin.
Dengan
menggunakan RBL, hasil pembelajaran IPA diharapkan dapat meningkat. Melalui
model RBL siswa akan mengalami pembelajaran melalui pengalaman nyata yang dapat
memberikan makna penting terhadap siswa sehingga siswa akan memilki motivasi
belajar yang tinggi dan peluang untuk aktif dalam proses pembelajaran. Siswa
akan dapat menyelesaikan masalah dengan melakukan percobaan secara nyata
kemudian mengkomunikasikan hasil percobaan.
Pembelajaran
berbasis riset merupakan model pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai
langkah awal dalam mengumpulkan informasi dan mengolah informasi. Melalui model
pembelajaran tersebut mahasiswa difasilitasi untuk merancang sendiri proyek
yang akan dilakukan, sehingga mahasiswa dapat melakukan ekplorasi, penilaian,
interpretasi, sintesis dan informasi. Model pembelajaran ini memiliki
keunggulan diantaranya membuat mahasiswa menjadi lebih aktif dan berhasil
memecahkan masalah yang kompleks.
Ada
beberapa strategi dalam memadukan pembelajaran dan riset yang secara
empirik, yaitu; (1) memperkaya bahan ajar dengan hasil penelitian pendidik, (2)
menggunakan temuan-temuan penelitian mutakhir dan melacak sejarah, (3)
memperkaya kegiatan pembelajaran dengan isu-isu penelitian kontemporer, (4)
mengajarkan materi metode penelitian di dalam proses pembelajaran, (5)
memperkaya proses pembelajaran dengan kegiatan penelitian dalam skala kecil,
(6) memperkaya proses pembelajaran dengan melibatkan peserta didik dalam
kegiatan, (7) memperkaya proses pembelajaran dengan mendorong peserta didik
agar merasa, dan (8) memperkaya proses pembelajaran dengan nilai-nilai yang
harus dimiliki oleh peneliti (Umar et al., 2011)
Salah
satu strategi dalam memadukan pembelajaran dan riset yang secara empirik dapat
dilakukan dengan memperkaya bahan ajar dengan hasil penelitian pendidik. Pada
proses pembelajaran ini hasil penelitian pendidik digunakan untuk memperkaya
bahan ajar. Pendidik dapat memaparkan hasil penelitiannya sebagai contohnyata
dalam pembelajaran, yang diharapkan dapat berfungsi membantu peserta didik
memahami ide, konsep, dan teori. Dalam kegiatan ini nilai, etika, dan praktik
penelitian yang sesuai dengan bidang studi/mata pelajaran yang diajarkan dapat
disampaikan untuk memberikan inspirasi kepada siswa (Hafsah et al., 2015)
Pembelajaran berbasis
riset (PBR) merupakan salah satu metode student-centered learning (SCL) yang mengintegrasikan riset di dalam proses
pembelajaran. Berdasarkan pemaparan ahli tersebut, maka RBL dapat
disimpulkan bahwa RBL adalah model pembelajaran yang mengintegrasikan
riset di dalam proses pembelajaran dalam rangka membangun pengetahuan dengan cara
merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis,
membuat kesimpulan dan menyusun laporan.
B. Karakteristik Model Pembelajaran Research Based
Learning (RBL)
Dikutip dalam (Widayati et al., 2010) bahwa karakteristik dari model PBR adalah Pembelajaran yang terpusat kepada siswa
1. Guru bertindak sebagai fasilitator pembelajaran
2. Siswa memiliki suatu proyek penelitian
3. Pembaharuan pembelajaran (pengayaan kurikulum) dengan
mengintegrasikan hasil riset
4. Partisipasi aktif siswa di dalam pelaksanaan riset
5. Pembelajaran dengan menggunakan instrumen riset
6. Pengembangan konteks riset secara inklusif (siswa mempelajari
prosedur dan hasil riset untuk memahami
seluk-beluk sintesis)
7. Siswa mendiseminasi hasil penelitiannya dalam forum ilmiah
atau jurnal ilmiah.
C. Langkah-langkah Model Pembelajaran Research Based
Learning (RBL)
Menurut
Arifin dalam (Anita Syafitri, Kartika
Chrysti & Suripto, n.d.) Research Based Learning yang terdiri dari tiga langkah.
1. Exposure
Stage yaitu dilakukan untuk
mengetahui kemampuan awal siswa.
2. Experience
Stage yaitu tahap pemberian
pengalaman dengan melaksanakan riset.
3. Capstone
Stage yaitu tahap akhir
riset dengan menyajikan hasil riset secara lisan dan tertulis.
Langkah-langkah Model pembelajaran berbasis riset di
University of Griffith dan University of Melbourne dikutip dalam (Prahmana et al., 2016) adalah sebagai berikut
1. Memperbanyak bahan ajar dengan hasil riset pendidik
2. Menggunakan hasil riset termutakhir dan melacak sejarahnya
3. Pembelajaran dengan isu-isu terkini
4. Mengajarkan metodologi penelitian dalam pembelajaran
5. Riset dengan skala kecil
6. Riset dengan skala besar
7. Siswa mengembangkan hasil riset di lingkungan
8. evaluasi
Model
pembelajaran berbasis riset menurut (Cahyani, 2010)
1. Mengidentifikasi masalah
2. Menentukan strategi penelitian
3. Kegiatan penelitian
4. Pengulangan (jika diperlukan)
5. Evaluasi
Menurut Tremp dalam (Ratna, 2018) Tahapan Research Based Learning – RBL meliputi sebagai
berikut:
1.
Formulating a general question (merumuskan pertanyaan umum)
2. Overview
of research-literature (ikhtisar penelitian literatur)
3. Defining
the question (mendefinisikan
pertanyaan)
4. Planning
research activities
(melakukan kegiatan penelitian)
5. Undertaking
investigation (melakukan
investigasi)
6. Interpretation
and consideration of results
(interpretasi dan pertimbangan hasil)
7. Report
and presentation of results. (Laporan
serta mempresentasikan hasil)
D.
Manfaat
Model Research Based Learning (RBL)
“RBL used for the exercise provides students withan opportunity to practice their metacognitive
abilities and foster critical thinking,
abilitiesto make predictions,
propose causative factors, and present constructive
arguments. This isdone/measured
via/through oral presentations and final
reports which all are
the core
componentsof any scientific
research”(Poonpan, n.d.) Artinya, dengan penerapan Research
Based Learning (RBL)
diharapkan dapat menanamkan karakter jiwa saintifik
(ilmuwan) dalam diri siswa. Hal senada juga diungkapkan
Patrick, G (2012) “Advocates
for research-based learning have pointed
to the need to develop
anenthusiasm
for critical enquiry, resourcefulness
and creative solutions
in undergraduate students”. Bahwa RBL
dapat mengembangkan sikap inkuri
kritis, banyak
ide, dan solusi yang kreatif.
Manfaat lain yang
diungkap oleh Dafik
dalam (Anita Syafitri, Kartika Chrysti & Suripto, n.d.) sebagai
berikut: (1) Mendorong guru untuk melakukan
penelitian dan selalu
mengupdate
keilmuannya; (2) Mendorong
peran
siswa dalam proses pembelajaran,
dan
menjadi mitra penelitian; (3) Siswa terbiasa melakukan proses
berfikir dengan
pendekatan saintifik; (4) Siswa memiliki kemandirian, logis,
kritis, dan kreatif; (5) Peserta didik
dilatih memiliki etika, khususnya etika
menjauhkan diri dari perilaku
plagiarisme;
E.
Keunggulan
Model Research Based Learning
Keunggulan
Model RBL diungkapkan oleh Toisuta dalam (Anita
Syafitri, Kartika Chrysti & Suripto, n.d.) bahwa Pembelajaran Berbasis-Penelitian
adalah model yang diunggulkan tidak hanya mengembangkan kemampuan menemukan dan
mengkomunikasikan pengetahuan tetapi juga mampu mengintegrasikan keputusan
moral dan etik baik secara pribadi maupun kolektif yang berguna bagi pribadinya
dan masyarakat umum. Pembelajaran-Berbasis Penelitian memiliki komponen “social
learning” untuk mengembangkan rasa percaya diri dan solidaritas sosial agar
dapat berfungsi secara efektif dalam masyarakat yang terus berubah.
F.
Implementasi model Research Based Learning pada pembelajaran IPA di SD
Dalam
pengimplementasian model Research Based
Learning ini penulis memilih menggunakan langkah pembelajaran menurut Tremp
dalam (Ratna,
2018) karena pada langkah-langkah
yang dikemukakan cocok untuk diterapkan pada pembelajaran di Sd.
Kelas : 5
Tema : 5
(Ekosistem)
Subtema
:
1 (Komponen Ekosistem)
Pembelajaran : 5
Kompetensi
Dasar : 3.5 Menganalisis hubungan
antar komponen ekosistem dan
jaring-jaring makanan di lingkungan sekitar
Kegiatan
Pembelajaran :
|
No.
|
Langkah RBL
|
Langkah Guru
|
Langkah Siswa
|
|
1.
|
Formulating General Question
(Merumuskan
pertanyaan umum)
|
a.
Menjelaskan kembali materi tentang hubungan
antar komponen ekosistem dan jarring-jaring makanan di lingkungan sekitar
b.
Memberi kesempatan siswa untuk bertanya tentang hubungan
antar komponen ekosistem dan jarring-jaring makanan di lingkungan sekitar
|
a.
Mendengarkan meteri yang dijelaskan guru
b.
Bertanya tentang komponen
ekosistem dan jarring-jaring makanan di lingkungan sekitar.
|
|
2.
|
Overview
of research-literature
(Ikhtisar
penelitian literatur)
|
a.
Meminta siswa memberi kesimpulan tentang hubungan
antar komponen ekosistem dan jarring-jaring makanan di lingkungan sekitar
|
a.
Memberi kesimpulkan tentang hubungan antar komponen ekosistem
dan jarring-jaring makanan di lingkungan sekitar
|
|
3.
|
Defining
the question
(Mendefinisikan
pertanyaan)
|
a.
Membagi siswa menjadi beberapa kelompok kecil
b.
Menjelaskan tata cara observasi kepada siswa
c.
memberikan pertanyaan yang
merangsang siswa seperti apakah benar terjadi hubungan timbal balik antar makhluk
hidup di ekosistem?
|
a.
Duduk berdasarkan kelompok yang sudah ditentukan
b.
Memahami tata cara observasi yang dijelaskan guru
c.
Siswa menjawab pertanyaan yang
diberikan guru kemudian melakukan pembuktian dengan riset.
|
|
4.
|
Planning
research activities
(Merencanakan
kegiatan penelitian)
|
a.
Menugaskan setiap kelompok untuk mengamati
ekosistem yang ada di sekitar sekolah
b.
Menugaskan kelompok siswa untuk melakukan observasi
terhadap lingkungan yang mereka pilih
c.
Meminta siswa mencatat hubungan
antar komponen ekosistem yang ada beserta jarring-jaring makanannya.
|
a.
Siswa mengamati ekosistem yang ada
di sekitar sekolah
b.
Memahami tugas yang diberikan guru
|
|
5.
|
Undertaking
investigation
(Melakukan
investigasi)
|
a.
Mengamati dan mengawasi siswa yang sedang menjalankan
observasi
|
a.
Melakukan observasi terhadap ekosistem
sebuah leingkungan
b.
Mencatat hal-hal yang diamati selama
observasi.
|
|
6.
|
Interpretation
and consideration of results
(Laporan serta presentasi )
|
a.
Meminta setiap kelompok untuk membacakan hasil
observasi di depan kelas
|
a.
Membacakan hasil observasi didepan kelas
|
|
7.
|
Report
and presentation of results. (Interpretasi dan pertimbangan hasil)
|
a.
Menilai hasil observasi siswa
|
a.
Mengumpulkan hasil observasi kepada guru
|
BAGIAN III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
Model Research Based Learning atau pembelajaran berbasis riset merupakan
salah satu model pembelajaran yang memfokuskan siswa dalam pembelajaran. Dengan
menggunakan RBL pembelajaran tidak lagi bersumber kepada guru, namun akan lebih
bersumber kepada siswa. Siswa yang akan lebih aktif dibandingkan guru. Peran
guru dalam pembelajaran hanya sebagai motivator dan pembimbing siswa sehingga
potensi-potensi yang terdapat dalam diri siswa dapat dikembangkan secara
optimal.
Langkah – langkah yang terdapat
pada model Research Based Learning yang
pertama adalah 1.Formulating a general question (merumuskan pertanyaan umum) 2.Overview
of research-literature (ikhtisar penelitian literatur) 3. Defining the question
(mendefinisikan pertanyaan) 4. Planning research activities (melakukan kegiatan
penelitian) 5. Undertaking investigation (melakukan investigasi) 6.
Interpretation and consideration of results (interpretasi dan pertimbangan
hasil) 7. Report and presentation of results. (Laporan serta mempresentasikan
hasil).
Manfaat dari Model ini yaitu siswa dapat lebih
mengembangkan rasa percaya diri dan mampu berpikir secara kritis,logis,dan
kreatif.
B.
Saran
Penulis menyadari
makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik yang membangun
saya harapkan demi perbaikan makalah ini dan semoga makalah ini dapat menjadi
khazanah pengetahuan khususnya bagi penulis dan juga kita semua.
Daftar Rujukan
Anita Syafitri, Kartika Chrysti, S., & Suripto. (n.d.). PENERAPAN
MODEL RESEARCH BASED LEARNING DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA KELAS V
SEKOLAH DASAR.
http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pgsdkebumen/article/download/2344/1705
Cahyani, I. (2010). Peningkatan Kemampuan Menulis Makalah
Melalui Model Pembelajaran Berbasis Penelitian pada Mata Kuliah Umum Bahasa
Indonesia. Sosiohumanika: Jurnal Pendidikan Sains Sosial Dan Kemanusiaan,
3(2), 175–192. http://mindamas-journals.com/index.php/sosiohumanika/article/view/411
Hafsah, Nasional, S., Manajemen, E., & Padang, U. N.
(2015). Implementasi Riset Based Learning Dalam Upaya Peningkatan Kualitas
Pembelajaran. c.
http://fe.unp.ac.id/sites/default/files/unggahan/16. Hafsah %28hal
496-504%29_0.pdf
Poonpan, S. (n.d.). Indicators of Research - Based
Learning Instructional Process : A Case Study of Best Practice in a Primary
School.
Prahmana, R. C. I., Kusumah, Y. S., & Darhim, D. (2016).
Keterampilan Mahasiswa dalam Melakukan Penelitian Pendidikan Matematika melalui
Pembelajaran Berbasis Riset. Beta Jurnal Tadris Matematika, 9(1),
1. https://doi.org/10.20414/betajtm.v9i1.8
Ratna, H. (2018). Jurnal Bidang Pendidikan Dasar (JBPD),
Vol.2 No. 1A April 2018 http: ejournal.unikama.ac.id/index.php/JBPD. Jurnal
Bidang Pendidikan Dasar (JBPD), 2(1), 70–77.
Umar, M. K., Yusuf, M., Uloli, R., Abjul, T., & Ntobuo,
N. E. (2011). PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN BERBASIS RISET DI PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN FISIKA UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO. November.
http://repository.ung.ac.id/get/simlit/2/803/1/Pengembangan-Pembelajaran-Berbasis-Riset-di-Program-Studi-Pendidikan-Fisika-FMIPA-Universitas-Negeri-Gorontalo-Anggota-1.pdf
Usmeldi, Amini, R., & Trisna, S. (2017). The development
of research-based learning model with science, environment, technology, and
society approaches to improve critical thinking of students. Jurnal
Pendidikan IPA Indonesia, 6(2), 318–325.
https://doi.org/10.15294/jpii.v6i2.10680
Widayati, D. T., Luknanto, D., Rahayuningsih, E., Sutapa, G.,
Harsono, Sancayaningsih, R. P., & Sajarwa. (2010). Padoman Umum
Pembelajaran Berbasis Riset. Star.
Mantap..terimakasih kak,sangat membantu untuk referensi tugas😊👍
BalasHapusIyaa samaa2 terima kasih sudah berkunjung
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerimakasih banyak kak, izin mau aku ambil buat referensi tugas ya
BalasHapusSilakan :)
HapusMantap bah
BalasHapusBagus, semangat mbak
BalasHapusTerima kasih :)
HapusTerima kasih :)
BalasHapusSangat membantuu :3
BalasHapusTerima kasih *-*
HapusBaguss >_<
BalasHapusterima kasih :)
HapusMantaap :v
BalasHapusterima kasih :)
Hapusizin ya mbak,ambil buat bahan referensi.. Ganbatte
BalasHapusDibagian kata pengantar tolong di perhatikan lagi ya al, karna belum rata kiri kanan pada penulisannya. Tapi untuk keseluruhan udah bagus kok al. Semangat terus yaa :)
BalasHapusSip terima kasih kak Ulfa,insya Allah kedepannya akan diperbaiki kak :)
HapusMantap ;} 👍terimakasih ya
BalasHapus